Hikmah & Kajian - Hikmah dan Kajian
Wednesday, 01 November 2006 04:29
Menurut Ustadz Syahril Mukhtar, alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir, orang yang banyak bersilaturahmi maka pintu rezekinya terbuka. Sebaliknya, orang yang kurang bersilaturahmi otomatis pintu rezekinya berkurang. ''Jadi, silaturahmi itu adalah salah satu inti dari pada agama kita baik ditinjau dari segi keagamaan hubungan satu sama lain ataupun dari segi ekonomi akan memberikan dampak yang sangat luas,'' tandas Ustadz Syahril kepada Republika Senin (16/10).
Dalam pandangan Ustadz Syahril, silaturahmi yang paling penting dengan tetangga karena tetanggalah yang paling tahu persoalan yang tengah kita hadapi. ''Orang yang paling dulu tahu keadaan kita adalah tetangga, famili kita mungkin saja care tetapi kan mereka jauh. Orang yang paling tahu keadaan kita di rumah adalah tetangga. Maka akan sangat menyesal orang yang tidak bisa berbuat baik kepada tetangganya,'' ujarnya.
Bahkan, sambung Ustadz Syahril, Rasulullah SAW sangat mengecam umat Islam yang memutuskan tali silaturahmi. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim (Muttafaqun 'alaih), dengan tegas Rasulullah SAW bersabda: ''Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan.''
Ia mengakui, menyambung tali silaturahim yang sudah putus memang tidak gampang tapi itulah agama kita memberikan dan mengajarkan bagaimana kita berlapang dada. ''Bulan Ramadhan, merupakan bulan tarbiyah (pendidikan) yang banyak membinging dan menuntut kita untuk lebih bersikap sabar dan pemaaf. Kita diajar dari segi iman untuk sabar sehingga orang yang sabar dengan tetangga, dengan orang yang dihadapi dia akan lebih banyak mendapatkan rahmat Allah,'' ujarnya.
Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr KH Said Agil Siraj menegaskan, menyambung tali silaturahmi merupakan perintah Allah yang harus dilakukan umat Islam. Agil Siraj kemudian mengutip ayat 21 dari surat Al-Ra'ad yang artinya: ''Dan orang-orang yang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturahim) dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.''
''Jadi menyambung tali silaturahmi itu sesuai dengan peringah Allah yang didasari rasa takut kepada Allah dan takut kepada hari hisab (perhitungan). Kenapa? Karena persoalan yang paling rumit adalah hubungan sesama manusia," ujarnya.
Bukan kita ingin meremehkan, kata dia, kalau dengan Allah, asal kita mau bertobat dan menyesal, maka Allah Maha Pengampun akan senang kalau dimintai maaf asal sebelum nafas berada di tenggorokan (sakaratul maut). "Tapi, kalau dengan sesama manusia, itu harus betul-betul clear,'' tegasnya.
Silaturahmi, kata dia, sangat penting untuk rekonsiliasi sesama warga bangsa. Namun ia menolak pemakaian istilah halal bihalal. "Benar, kata itu berasal dari bahasa Arab, tapi di sana tidak ada istilah itu. Yang ada ya silaturahim," ujarnya.
Menurut dia, silaturahim sangat penting sekali terutama di saat bangsa Indonesia sedang merasakan erosi sosial. ''Kita sekarang lagi berada dalam keadaan erosi infrastuktur sosial. Yang dibangun oleh nenek moyang kita, kiai-kiai kita jauh sebelum lahirnya Indonesia ini, koyak. Para kiai umat Islam sudah membangun masyarakat hidup bersama, yang muda menghormati yang tua, yang bodoh menghormati yang pintar. Yang pintar menyayomi yang bodoh, tatanan itu sudah terbangun. Sekarang kita sudah kehilangan kepercayaan, '' ujarnya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas silaturahmi, tak sekadar saling mengunjungi, tapi lebih erat lagi. "Silaturahim menjadi silatul amal wal ikhtiar hubungan kerja. Itu bagus sekali untuk membangun teamwork yang solid," ujarnya. Tahapan selanjutnya menjadi silatul ilmi wal adab hubungan ilmu dan teknologi serta budaya. "Terakhir, silaturuhaniyah atau silaturahim ruh. Seperti saling mengirim doa."
Pimpinan Pondok Pesantren Daarun-Najah Jakarta Selatan KH Shofwan Manaf MM sependapat dengan Prof Dr Said Agil Siraj. Menurut dia, untuk suksesnya hidup seorang manusia di muka bumi ini, ia tidak sekadar dituntut untuk melakukan hablum minallah (hubungan kepada Allah), tapi juga harus melakukan hablum minannas (hubungan sesama manusia). "Barangsiapa yang mau umurnya panjang maka harus melakukan silaturahmi. Barangsiapa yang mau masuk surga, sambunglah silaturahmi," ujarnya mengutip hadis.( dam )
M U A L A F
kampung usaha adalah kampus,,,he,he,sengaja saya menjiplak/ mengcopy-paste tulisan yang saya sukai,,karena saya menyukai keasliannya...daripada saya tambahi,kurangi,,atau saya ubah menurut pemahaman saya,,bisa jadi fitnah..dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,jika karena keterbatasan ilmu saya ,,membuat sebagian dari anda tersinggung,teraniaya....harap maklum
Minggu, 09 Agustus 2009
Bagaimana Anak Sma kelas 2 membuat Blog pagerank 4, 3000+ Kunjungan, Hanya dalam 1 tahun?
Pagi ini saya jalan-jalan ke sebuah blog, dengan pagerank 4, kunjungan diatas 3000 orang perhari, dan blog ini mempunyai banyak sekali pemasang iklan. Dan lebih hebatnya lagi, pemiliknya masih kelas dua sma.
Menarik bukan? Bagaimana ia memulainya? bagaimana ia melakukannya, hanya dalam 1 tahun yang singkat? wow!
Jika Bayu bisa melakukannya sementara ia masih SMA, masih sangat muda, maka ada harapan, anda dan saya juga bisa atau bahkan lebih bisa bukan?
Dari apa yang saya baca mengenai bagaimana ia memulainya, ini yang saya pelajari:
=> Seseorang dengan IMPIAN itu memang tidak bisa ditolak.
Tanpa pengetahuan membuat website/blog sama sekali, karena latar belakangnya adalah admin di chattingan Mirc, ia belajar bagaimana cara ngeblog, search engine rangking, membuat website, membeli domain sendiri, hosting dan berbagai hal lain.
=> Ia pandai membangun relasi dengan orang yang tadinya tidak dikenal di internet.
Terbukti, Bayu mendapatkan beberapa teman yang usianya jauh lebih tua, yang mengajarkannya tentang blog, search engine, dll.
Jadi, tidak ada alasan kita tidak tahu sesuatu, jika saja kita mau berkenalan dan bertanya, ada banyak kemungkinan kita menjadi tahu dan bisa. Nanti anda baca sendiri dari kisahnya.
=> Ia tidak mempunyai banyak uang di awal.
Hem.. menarik bukan. Hanya karena terdorong ingin berangkat ke Bali, ia harus mengumpulkan 600 ribu rupiah, ia membangun banyak blog dan saat ini mempunyai blog dengan banyak kunjungan dan banyak pemasang iklan.
=> Ia masih sangat muda, minim pengalaman, tapi ia mempunyai Impian dan keberanian untuk maju terus.
=> Ia menuliskan apapun yang ia alami atau ingin tuliskan.
Dan itu membuat blognya ramai kunjungan. Ia mengatakan bahwa kita tidak harus menulis blog mengenai bisnis online seperti yang banyak pemilik blog baru lakukan.
Kita bisa tuliskan blog kita tentang apa saja, Jadilah berbeda, cari pengalaman sebanyak-banyaknya dulu.
Ia tampil apa adanya, menulis apa adanya, sesuai dengan gayanya, dan blognya sangat ramai pengunjung. :)
Darisana saya belajar bahwa, menulis dengan cepat apa yang sedang kita pikirkan yang kita pikir akan menarik bagi orang lain, itu penting. Sekalipun tidak banyak nilai tambah yang bisa kita sampaikan. Namun paling tidak kita sudah berlatih membuat satu postingan lagi dan lagi.
Seiring dengan waktu, gaya tulisan akan terbentuk, kemampuan search engine akan semakin bagus, dan pengunjung semakin banyak.
Wow, jika anda ingin mengunjungi blog si Bocah SMA: Bayumukti
Bagaimana dengan Anda? siap ngeblog tentang banyak hal dalam keseharian anda dan menciptakan blog yang banyak kunjungan?
kerja keras
Menarik bukan? Bagaimana ia memulainya? bagaimana ia melakukannya, hanya dalam 1 tahun yang singkat? wow!
Jika Bayu bisa melakukannya sementara ia masih SMA, masih sangat muda, maka ada harapan, anda dan saya juga bisa atau bahkan lebih bisa bukan?
Dari apa yang saya baca mengenai bagaimana ia memulainya, ini yang saya pelajari:
=> Seseorang dengan IMPIAN itu memang tidak bisa ditolak.
Tanpa pengetahuan membuat website/blog sama sekali, karena latar belakangnya adalah admin di chattingan Mirc, ia belajar bagaimana cara ngeblog, search engine rangking, membuat website, membeli domain sendiri, hosting dan berbagai hal lain.
=> Ia pandai membangun relasi dengan orang yang tadinya tidak dikenal di internet.
Terbukti, Bayu mendapatkan beberapa teman yang usianya jauh lebih tua, yang mengajarkannya tentang blog, search engine, dll.
Jadi, tidak ada alasan kita tidak tahu sesuatu, jika saja kita mau berkenalan dan bertanya, ada banyak kemungkinan kita menjadi tahu dan bisa. Nanti anda baca sendiri dari kisahnya.
=> Ia tidak mempunyai banyak uang di awal.
Hem.. menarik bukan. Hanya karena terdorong ingin berangkat ke Bali, ia harus mengumpulkan 600 ribu rupiah, ia membangun banyak blog dan saat ini mempunyai blog dengan banyak kunjungan dan banyak pemasang iklan.
=> Ia masih sangat muda, minim pengalaman, tapi ia mempunyai Impian dan keberanian untuk maju terus.
=> Ia menuliskan apapun yang ia alami atau ingin tuliskan.
Dan itu membuat blognya ramai kunjungan. Ia mengatakan bahwa kita tidak harus menulis blog mengenai bisnis online seperti yang banyak pemilik blog baru lakukan.
Kita bisa tuliskan blog kita tentang apa saja, Jadilah berbeda, cari pengalaman sebanyak-banyaknya dulu.
Ia tampil apa adanya, menulis apa adanya, sesuai dengan gayanya, dan blognya sangat ramai pengunjung. :)
Darisana saya belajar bahwa, menulis dengan cepat apa yang sedang kita pikirkan yang kita pikir akan menarik bagi orang lain, itu penting. Sekalipun tidak banyak nilai tambah yang bisa kita sampaikan. Namun paling tidak kita sudah berlatih membuat satu postingan lagi dan lagi.
Seiring dengan waktu, gaya tulisan akan terbentuk, kemampuan search engine akan semakin bagus, dan pengunjung semakin banyak.
Wow, jika anda ingin mengunjungi blog si Bocah SMA: Bayumukti
Bagaimana dengan Anda? siap ngeblog tentang banyak hal dalam keseharian anda dan menciptakan blog yang banyak kunjungan?
kerja keras
GO DOUBLE "TEKNIK CEPAT & TERUJI JADI MILYARDER"
Monday, June 4, 2007
Krishnamurti
"Anything is POSSIBLE if You Really Want to"
"Yakini saja bahwa Anda bisa capai dan nikmati prosesnya, Anda akan belajar banyak dari latihan ini" demikian pesan guru saya yakni Bp. Wiwoho Guru NLP pertama saya sekitar 4.5 tahun lalu saat saya baru mulai menjajaki langkah menjadi Trainer atau Motivator. Dalam mindset saya, jika saya respect (baca: kagum) dengan seorang guru, maka akan saya kerjakan apa saja yang saya pelajari dari guru saya tanpa bertanya. Biarlah hasil yang akan berbicara. Sejak kecil saya selalu ingin menjadi murid kesayangan guru-guru saya. Sehingga saya selalu ingin membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh guru saya tidaklah sia-sia, bahkan sangatlah bermanfaat untuk diri saya dan orang banyak. Dan sekarang saya bagikan pengalaman tersebut di portal ini: www.PortalNLP.com
Bagaimana saya memahami sesuatu, jika belum saya lakukan dan buktikan, demikian prinsip saya. Dalam benak saya tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah belajar. Kalau belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Saat itu juga saya ambil keputusan dalam hati untuk menerapkan teknik ini, toh nggak ada ruginya. Pasti untung malahan! Paling tidak bisa mencapai jumlah uang ratusan juta, jika belum berhasil mencapai milyarder he..he..
Esok harinya, saya langsung buka rekening baru khusus untuk menjalankan program ini, saat ditanya oleh Mbak Ani marketing BCA Johar Baru mengapa saya buka rekening baru padahal saya sudah ada beberapa rekening, saya menjawab saya sedang latihan menabung untuk menjadi milyarder. Rupanya dia mengamati dan dia bingung lihat pola tabungan saya yang unik yakni dimulai uang tabungan minimum Rp. 500.000,- sebagai syarat membuka rekening baru dan setoran awal Rp. 10.000,- saja yang hanya bisa dilakukan melalui transfer di mesin ATM. Dia berpesan: "Pak Krishna, uang administrasinya setiap bulan Rp. 5.000,- lho pak, apa nggak nanti uang bapak makin berkurang setiap bulannya kalo setorannya kecil-kecil" Saya hanya menjawab dengan senyuman saja...
Ide menabung untuk menjadi Milyarder ini sungguhlah sangat sederhana yakni menggandakan jumlah tabungan Anda di bulan berikutnya. Saya gunakan saja istilah yang sederhana yakni GO DOUBLE. Cara kerjanya sederhana, contoh: bulan ini Anda menabung yang ke 6 yakni Rp. 320.000,- maka akumulasi jumlah tabungan Anda adalah Rp. 630.000,- maka otak Anda akan berpikir demikian: "Jika aku bisa dan memang pernah mencapai jumlah tabungan Rp. 630.000,- maka akupun bisa mencapai jumlah Rp. 640.000,- karena hanya menambah Rp. 10.000,-" Maka Andapun akan berusaha mencapainya karena jumlah tersebut sangat memungkinkan untuk dicapai. Begitulah seterusnya terjadi demikian. Lihat contoh dibawah ini.
Bulan ke - Tabungan - Akumulasi Tabungan
1. Rp. 10.000,- Rp. 10.000,-
Saya memulai program ini dengan jumlah awal Rp. 10.000,- Anda bisa memulai dengan jumlah uang berapapun sesuai dengan keyakinan Anda. Lalu saya lanjutkan pada bulan berikutnya dengan menambah jumlah tabungan saya dua kali lipat dari sebelumnya yakni sbb:
2. Rp. 20.000,- Rp. 30.000,-
3. Rp. 40.000,- Rp. 70.000,-
Nah, saat-saat awal ini sungguh kesabaran kita diuji untuk menunggu bulan berikutnya karena kita merasa sangat mudah sekali mencapai jumlah tabungan ini. Banyak teman seangkatan saya atau teman-teman lain yang ikutan bersama-sama menjalankan program ini bertanya, boleh nggak kita langsung ke langkah 9 atau 10, bahkan langsung ke 12 misalnya. "Toh, saat ini uang tabungan saya adalah Rp. 10 jutaan tuh", jadi saya mulai saja dari angka tersebut dan melanjutkannya. Saya hanya bilang: "Wah, saya juga nggak tahu. Saya hanya nurut saja pesan Pak Wiwoho untuk mulai dari jumlah awal yang memang sangat kecil dan melangkah perlahan-lahan terus merangkak dan naik keatas". Dan sayapun tetap setia untuk menabung sedikit demi sedikit, walau hati saya rasanya ingin cepat-cepat mencapai bulan berikutnya.
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.
4. Rp. 80.000,- Rp. 150.000,-
5. Rp. 160.000,- Rp. 310.000,-
6. Rp. 320.000,- Rp. 630.000,-
Sampai bulan ke 6 ini, jumlah real akumulasi tabungan saya lebih kecil dari jumlah diatas karena dipotong biaya administrasi bank setiap bulannya. Namun saya tetap sabar untuk mengikuti aturan permainan menjadi Milyader ini dengan menyetor jumlah yang telah ditetapkan pada tanggal yang sama setiap bulannya.
7. Rp. 640.000,- Rp. 1.270.000,-
8. Rp. 1.280.000,- Rp. 2.550.000,-
9. Rp. 2.560.000,- Rp. 5.110.000,-
10. Rp. 5.120.000,- Rp. 10.230.000,-
Permainan mulai seru, saya harus benar-benar mengetatkan uang pengeluaran saya agar setiap bulan dapat menyetor dengan baik jumlah uang yang telah saya sepakati. Pengalaman saya disini adalah makin hati-hatinya saya membelanjakan uang untuk hal-hal yang belum terlalu penting atau tidak penting dan tidak mendesak.
11. Rp. 10.240.000,- Rp. 20.470.000,-
12. Rp. 20.480.000,- Rp. 40.950.000,-
Nah, untuk mengumpulkan uang setoran tabungan sejumlah Rp. 20 jutaan, saya benar-benar memonitor jumlah uang saya setiap harinya. Saya mengatur dengan ketat uang masuk dan uang keluar, akhirnya saya berhasil mengumpulkan jumlah uang ini dan saya setorkan sejumlah yang telah direncanakan pada tanggal yang telah ditentukan yakni tanggal setoran yang sama dengan bulan sebelum ini.
Ilmu orang dulu sangat berguna: "Jangan lebih besar pasak dari pada tiang"
Namun untuk bulan selanjutnya? Oh..oh..mulai makin besar. Namun otak kita sangatlah mudah diajak kompromi he..he.. Otak saya berkata: "Jika saya sekarang mampu mengumpulkan uang sejumlah Rp. 40.950.000,- maka saya hanya perlu mengulanginya saja untuk mencapai jumlah tersebut dan ditambah Rp. 10.000,- Betul sekali, bukan?
13. Rp. 40.960.000,- Rp. 81.910.000,-
14. Rp. 81.920.000,- Rp. 163.910.000,-
Uh, setoran ke 14 ini saya perlu waktu 2 bulan untuk mengumpulkan jumlah tersebut. Namun, pengalaman berharga yang saya alami adalah meningkatnya rasa dalam diri saya bahwa jumlah uang tersebut sangat mungkin dicapai. Agak berbeda dengan teknik yang saya pelajari sebelumnya yakni teknik Self Hypnosis yang tidak pernah saya capai, walau jumlah angka yang ingin saya capai sudah saya tanamkan atau internalisasi kedalam pikiran bawah sadar saya (subconcious). Teknik NLP GO DOUBLE ini lebih pas untuk saya karena selain meningkatkan jumlah uang yang terkumpul secara bertahap, juga sekaligus meningkatkan rasa dalam diri saya bahwa menjadi milyarder adalah mungkin sekali mencapainya.
15. Rp. 163.840.000,- Rp. 327.670.000,-
He..he.. setoran ke 15 ini akhirnya tercapai juga, walau mengumpulkan uangnya perlu 3 bulanan. Agak ngos-ngosan tapi rasa seru dan rasa gelora ingin mewujudkan jumlah Rp. 1 Milyar sangatlah dan makin kuat saja, sehingga dorongan rasa inilah yang akhirnya membuat jumlah tersebut tercapai.
16. Rp. 327.680.000,- Rp. 655.350.000,-
Nah, semakin besar jumlah uang yang ingin saya kumpulkan membuat saya semakin kreatif dalam mengumpulkan uang. Ada saja ide yang muncul untuk mengumpulkan uang. Saya sangat berterima kasih pada Pak Wiwoho karena ide menabung menjadi Milyader ini membuat saya menjadi sangat kreatif. Uang yang saya kumpulkan tidak hanya dari penghasilan sebagai pembicara atau trainer. Oh ya, setoran ke 16 ini saya kumpulkan dalam waktu kurang lebih 4 bulan, ya cukup lama dan stres he..he.
17. Rp. 655.360.000,- Rp. 1.310.710.000,-
Anda pasti bisa rasakan gelora dalam diri saya saat selangkah lagi menjadi Milyarder, luar biasa besarnya gelora tersebut. Sungguh tidak ada kata menyerah untuk mencapainya. Buat saya, yang paling penting adalah membuktikan bahwa cara atau metode ini benar dan akhirnya bisa berguna untuk orang banyak. Saya semakin seru mengumpulkan uang, benar-benar saya menjadi Magnet Uang. Apapun yang saya kerjakan akan jadi uang dan saya kumpulkan ke pundi-pundi khusus agar benar-benar mencapai jumlah Rp. 655.360.000,-
Saya tidaklah tertarik untuk menjadi kaya raya, karena hidup saya sangat sederhana. Sampai saat inipun baju yang saya miliki hanya 7 lembar, kalau saya dapat atau beli baju baru maka baju yang ada akan saya berikan kepada orang lain. Namun, gelora dalam diri saya untuk mencapai dan membuktikan cara atau metode ini yang sungguh sangat kuat. Saya ingin menginspirasi orang banyak bahwa berhemat, hidup prihatin lalu menabung adalah kunci menjadi kaya batin dan lahir.
Dengan segala upaya kreatif dan positip, akhirnya setoran ke 17 inipun tercapai dalam waktu sekitar 5-6 bulan. Jadi total waktu saya mencapai jumlah tabungan Rp. 1 milyar sekitar 2 tahun lebih, lebih lama dari program awal yakni 18 bulan. Namun, waktu bukanlah ukuran yang penting. Yang terpenting adalah RASA dalam diri saya bahwa hal ini mungkin sekali untuk diwujudkan. Anything is POSSIBLE if you really want to.
Rasa vibrasi positip dalam diri terus meningkat, maka gelora usaha untuk berkaryapun meningkat. Saat karya meningkat, maka hasilpun akan mengikuti. Begitu selanjutnya dan siklus ini akan semakin besar dan semakin besar. Lalu, siap untuk langkah selanjutnya yakni ke 18.
18. Rp. 1.310.720.000,- Rp. 2.621.430.000,-
Bagaimana hasilnya? Anda haruslah mencobanya dan rasakan sendiri, sungguh luar biasa seru deh!
Begitulah pengalaman saya dalam menerapkan apa yang Pak Wiwoho ajarkan kepada kami para muidnya yakni cara cepat yang sudah teruji untuk menjadi Milyarder. Sederhana, cepat dan teruji. Thanks Pak Wiwoho!
Mindset kaya raya buat saya adalah "The more money I have, the more money I have to give"
Krishnamurti
BOLEH JUGA
Krishnamurti
"Anything is POSSIBLE if You Really Want to"
"Yakini saja bahwa Anda bisa capai dan nikmati prosesnya, Anda akan belajar banyak dari latihan ini" demikian pesan guru saya yakni Bp. Wiwoho Guru NLP pertama saya sekitar 4.5 tahun lalu saat saya baru mulai menjajaki langkah menjadi Trainer atau Motivator. Dalam mindset saya, jika saya respect (baca: kagum) dengan seorang guru, maka akan saya kerjakan apa saja yang saya pelajari dari guru saya tanpa bertanya. Biarlah hasil yang akan berbicara. Sejak kecil saya selalu ingin menjadi murid kesayangan guru-guru saya. Sehingga saya selalu ingin membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh guru saya tidaklah sia-sia, bahkan sangatlah bermanfaat untuk diri saya dan orang banyak. Dan sekarang saya bagikan pengalaman tersebut di portal ini: www.PortalNLP.com
Bagaimana saya memahami sesuatu, jika belum saya lakukan dan buktikan, demikian prinsip saya. Dalam benak saya tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah belajar. Kalau belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Saat itu juga saya ambil keputusan dalam hati untuk menerapkan teknik ini, toh nggak ada ruginya. Pasti untung malahan! Paling tidak bisa mencapai jumlah uang ratusan juta, jika belum berhasil mencapai milyarder he..he..
Esok harinya, saya langsung buka rekening baru khusus untuk menjalankan program ini, saat ditanya oleh Mbak Ani marketing BCA Johar Baru mengapa saya buka rekening baru padahal saya sudah ada beberapa rekening, saya menjawab saya sedang latihan menabung untuk menjadi milyarder. Rupanya dia mengamati dan dia bingung lihat pola tabungan saya yang unik yakni dimulai uang tabungan minimum Rp. 500.000,- sebagai syarat membuka rekening baru dan setoran awal Rp. 10.000,- saja yang hanya bisa dilakukan melalui transfer di mesin ATM. Dia berpesan: "Pak Krishna, uang administrasinya setiap bulan Rp. 5.000,- lho pak, apa nggak nanti uang bapak makin berkurang setiap bulannya kalo setorannya kecil-kecil" Saya hanya menjawab dengan senyuman saja...
Ide menabung untuk menjadi Milyarder ini sungguhlah sangat sederhana yakni menggandakan jumlah tabungan Anda di bulan berikutnya. Saya gunakan saja istilah yang sederhana yakni GO DOUBLE. Cara kerjanya sederhana, contoh: bulan ini Anda menabung yang ke 6 yakni Rp. 320.000,- maka akumulasi jumlah tabungan Anda adalah Rp. 630.000,- maka otak Anda akan berpikir demikian: "Jika aku bisa dan memang pernah mencapai jumlah tabungan Rp. 630.000,- maka akupun bisa mencapai jumlah Rp. 640.000,- karena hanya menambah Rp. 10.000,-" Maka Andapun akan berusaha mencapainya karena jumlah tersebut sangat memungkinkan untuk dicapai. Begitulah seterusnya terjadi demikian. Lihat contoh dibawah ini.
Bulan ke - Tabungan - Akumulasi Tabungan
1. Rp. 10.000,- Rp. 10.000,-
Saya memulai program ini dengan jumlah awal Rp. 10.000,- Anda bisa memulai dengan jumlah uang berapapun sesuai dengan keyakinan Anda. Lalu saya lanjutkan pada bulan berikutnya dengan menambah jumlah tabungan saya dua kali lipat dari sebelumnya yakni sbb:
2. Rp. 20.000,- Rp. 30.000,-
3. Rp. 40.000,- Rp. 70.000,-
Nah, saat-saat awal ini sungguh kesabaran kita diuji untuk menunggu bulan berikutnya karena kita merasa sangat mudah sekali mencapai jumlah tabungan ini. Banyak teman seangkatan saya atau teman-teman lain yang ikutan bersama-sama menjalankan program ini bertanya, boleh nggak kita langsung ke langkah 9 atau 10, bahkan langsung ke 12 misalnya. "Toh, saat ini uang tabungan saya adalah Rp. 10 jutaan tuh", jadi saya mulai saja dari angka tersebut dan melanjutkannya. Saya hanya bilang: "Wah, saya juga nggak tahu. Saya hanya nurut saja pesan Pak Wiwoho untuk mulai dari jumlah awal yang memang sangat kecil dan melangkah perlahan-lahan terus merangkak dan naik keatas". Dan sayapun tetap setia untuk menabung sedikit demi sedikit, walau hati saya rasanya ingin cepat-cepat mencapai bulan berikutnya.
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.
4. Rp. 80.000,- Rp. 150.000,-
5. Rp. 160.000,- Rp. 310.000,-
6. Rp. 320.000,- Rp. 630.000,-
Sampai bulan ke 6 ini, jumlah real akumulasi tabungan saya lebih kecil dari jumlah diatas karena dipotong biaya administrasi bank setiap bulannya. Namun saya tetap sabar untuk mengikuti aturan permainan menjadi Milyader ini dengan menyetor jumlah yang telah ditetapkan pada tanggal yang sama setiap bulannya.
7. Rp. 640.000,- Rp. 1.270.000,-
8. Rp. 1.280.000,- Rp. 2.550.000,-
9. Rp. 2.560.000,- Rp. 5.110.000,-
10. Rp. 5.120.000,- Rp. 10.230.000,-
Permainan mulai seru, saya harus benar-benar mengetatkan uang pengeluaran saya agar setiap bulan dapat menyetor dengan baik jumlah uang yang telah saya sepakati. Pengalaman saya disini adalah makin hati-hatinya saya membelanjakan uang untuk hal-hal yang belum terlalu penting atau tidak penting dan tidak mendesak.
11. Rp. 10.240.000,- Rp. 20.470.000,-
12. Rp. 20.480.000,- Rp. 40.950.000,-
Nah, untuk mengumpulkan uang setoran tabungan sejumlah Rp. 20 jutaan, saya benar-benar memonitor jumlah uang saya setiap harinya. Saya mengatur dengan ketat uang masuk dan uang keluar, akhirnya saya berhasil mengumpulkan jumlah uang ini dan saya setorkan sejumlah yang telah direncanakan pada tanggal yang telah ditentukan yakni tanggal setoran yang sama dengan bulan sebelum ini.
Ilmu orang dulu sangat berguna: "Jangan lebih besar pasak dari pada tiang"
Namun untuk bulan selanjutnya? Oh..oh..mulai makin besar. Namun otak kita sangatlah mudah diajak kompromi he..he.. Otak saya berkata: "Jika saya sekarang mampu mengumpulkan uang sejumlah Rp. 40.950.000,- maka saya hanya perlu mengulanginya saja untuk mencapai jumlah tersebut dan ditambah Rp. 10.000,- Betul sekali, bukan?
13. Rp. 40.960.000,- Rp. 81.910.000,-
14. Rp. 81.920.000,- Rp. 163.910.000,-
Uh, setoran ke 14 ini saya perlu waktu 2 bulan untuk mengumpulkan jumlah tersebut. Namun, pengalaman berharga yang saya alami adalah meningkatnya rasa dalam diri saya bahwa jumlah uang tersebut sangat mungkin dicapai. Agak berbeda dengan teknik yang saya pelajari sebelumnya yakni teknik Self Hypnosis yang tidak pernah saya capai, walau jumlah angka yang ingin saya capai sudah saya tanamkan atau internalisasi kedalam pikiran bawah sadar saya (subconcious). Teknik NLP GO DOUBLE ini lebih pas untuk saya karena selain meningkatkan jumlah uang yang terkumpul secara bertahap, juga sekaligus meningkatkan rasa dalam diri saya bahwa menjadi milyarder adalah mungkin sekali mencapainya.
15. Rp. 163.840.000,- Rp. 327.670.000,-
He..he.. setoran ke 15 ini akhirnya tercapai juga, walau mengumpulkan uangnya perlu 3 bulanan. Agak ngos-ngosan tapi rasa seru dan rasa gelora ingin mewujudkan jumlah Rp. 1 Milyar sangatlah dan makin kuat saja, sehingga dorongan rasa inilah yang akhirnya membuat jumlah tersebut tercapai.
16. Rp. 327.680.000,- Rp. 655.350.000,-
Nah, semakin besar jumlah uang yang ingin saya kumpulkan membuat saya semakin kreatif dalam mengumpulkan uang. Ada saja ide yang muncul untuk mengumpulkan uang. Saya sangat berterima kasih pada Pak Wiwoho karena ide menabung menjadi Milyader ini membuat saya menjadi sangat kreatif. Uang yang saya kumpulkan tidak hanya dari penghasilan sebagai pembicara atau trainer. Oh ya, setoran ke 16 ini saya kumpulkan dalam waktu kurang lebih 4 bulan, ya cukup lama dan stres he..he.
17. Rp. 655.360.000,- Rp. 1.310.710.000,-
Anda pasti bisa rasakan gelora dalam diri saya saat selangkah lagi menjadi Milyarder, luar biasa besarnya gelora tersebut. Sungguh tidak ada kata menyerah untuk mencapainya. Buat saya, yang paling penting adalah membuktikan bahwa cara atau metode ini benar dan akhirnya bisa berguna untuk orang banyak. Saya semakin seru mengumpulkan uang, benar-benar saya menjadi Magnet Uang. Apapun yang saya kerjakan akan jadi uang dan saya kumpulkan ke pundi-pundi khusus agar benar-benar mencapai jumlah Rp. 655.360.000,-
Saya tidaklah tertarik untuk menjadi kaya raya, karena hidup saya sangat sederhana. Sampai saat inipun baju yang saya miliki hanya 7 lembar, kalau saya dapat atau beli baju baru maka baju yang ada akan saya berikan kepada orang lain. Namun, gelora dalam diri saya untuk mencapai dan membuktikan cara atau metode ini yang sungguh sangat kuat. Saya ingin menginspirasi orang banyak bahwa berhemat, hidup prihatin lalu menabung adalah kunci menjadi kaya batin dan lahir.
Dengan segala upaya kreatif dan positip, akhirnya setoran ke 17 inipun tercapai dalam waktu sekitar 5-6 bulan. Jadi total waktu saya mencapai jumlah tabungan Rp. 1 milyar sekitar 2 tahun lebih, lebih lama dari program awal yakni 18 bulan. Namun, waktu bukanlah ukuran yang penting. Yang terpenting adalah RASA dalam diri saya bahwa hal ini mungkin sekali untuk diwujudkan. Anything is POSSIBLE if you really want to.
Rasa vibrasi positip dalam diri terus meningkat, maka gelora usaha untuk berkaryapun meningkat. Saat karya meningkat, maka hasilpun akan mengikuti. Begitu selanjutnya dan siklus ini akan semakin besar dan semakin besar. Lalu, siap untuk langkah selanjutnya yakni ke 18.
18. Rp. 1.310.720.000,- Rp. 2.621.430.000,-
Bagaimana hasilnya? Anda haruslah mencobanya dan rasakan sendiri, sungguh luar biasa seru deh!
Begitulah pengalaman saya dalam menerapkan apa yang Pak Wiwoho ajarkan kepada kami para muidnya yakni cara cepat yang sudah teruji untuk menjadi Milyarder. Sederhana, cepat dan teruji. Thanks Pak Wiwoho!
Mindset kaya raya buat saya adalah "The more money I have, the more money I have to give"
Krishnamurti
BOLEH JUGA
Sabtu, 08 Agustus 2009
Kabar Sukses LUAR BIASA dari Alumni Workshop Properti JREI Property Cash Machine !
Home » Kisah Sukses
5 March 2009 629 views 2 Comments
Workshop Properti - JREI telah banyak menghasilkan investor properti yang sukses. Berikut adalah salah satu testimonial dari Bp. Cien Wan dari Medan:
Salam Sukses Pak Joe!
Pertemuan dengan Pak Joe melalui pencarian lewat google dan komunitas TDA, merupakan sebuah jalan dari TUHAN untuk saya mendapatkan satu ilmu yang benar2 dahsyat. selama ini saya adalah pelajar setia dari Robert Kiyosaki,tapi saya belum mengerti cara berinvestasi di property seperti di buku beliau.
Workshop Properti JREI Property Cash Machine 1 di Jakarta,yang saya ikuti, membulatkan tekad saya,untuk memulai perjuangan saya di Medan. Bulan mei-sept saya masih membenahi laporan keuangan saya termasuk kartu kredit, dan lainnya. Akhirnya di bulan november yang baru lewat,saya tanda tangan 2 rumah dalam 1 hari yang bersamaan, NO DP + CASH BACK dan mendadak jadi jutawan dalam 1 hari.^_^
Detail transaksinya:
Rumah 1:
Harga beli : 350 juta (saya make up rumahnya dgn biaya 50 juta) ttl : 400 juta Appraisal dari Bank 700 juta dan trn dana di angka Rp.550 juta biaya pajak,provisi,notaris,dan asuransi sekitar 18 juta jadi cash back rumah 1 : Rp. 132 juta.
Rumah 2 :
Harga beli : 500 juta appraisal dari Bank 950 juta dan trn dana di 750 juta biaya pajak,provisi,notaris,dan asuransi sekitar 30 juta cash back rumah 2 : Rp.170 juta
Dengan cash back ini saya sisihkan 120 juta untuk bisnis yang bisa subsidi silang kedua rumah ini,dan sisanya saya sedang buat PT dan diputar lagi,untuk expand lebih bnyk property lagi. TARGET 2009 : CASH BACK 1 JUTA DOLLAR (10 M) dengan ASET 25 M
thx no finish Pak Joe.
Cien Wan (Medan): “ONE GREAT DEAL WILL CHANGE OUR LIFE!”
Angkatan 1 Workshop Properti JREI JProperty Cash Machine, Jakarta
Lebih asyik di sini
5 March 2009 629 views 2 Comments
Workshop Properti - JREI telah banyak menghasilkan investor properti yang sukses. Berikut adalah salah satu testimonial dari Bp. Cien Wan dari Medan:
Salam Sukses Pak Joe!
Pertemuan dengan Pak Joe melalui pencarian lewat google dan komunitas TDA, merupakan sebuah jalan dari TUHAN untuk saya mendapatkan satu ilmu yang benar2 dahsyat. selama ini saya adalah pelajar setia dari Robert Kiyosaki,tapi saya belum mengerti cara berinvestasi di property seperti di buku beliau.
Workshop Properti JREI Property Cash Machine 1 di Jakarta,yang saya ikuti, membulatkan tekad saya,untuk memulai perjuangan saya di Medan. Bulan mei-sept saya masih membenahi laporan keuangan saya termasuk kartu kredit, dan lainnya. Akhirnya di bulan november yang baru lewat,saya tanda tangan 2 rumah dalam 1 hari yang bersamaan, NO DP + CASH BACK dan mendadak jadi jutawan dalam 1 hari.^_^
Detail transaksinya:
Rumah 1:
Harga beli : 350 juta (saya make up rumahnya dgn biaya 50 juta) ttl : 400 juta Appraisal dari Bank 700 juta dan trn dana di angka Rp.550 juta biaya pajak,provisi,notaris,dan asuransi sekitar 18 juta jadi cash back rumah 1 : Rp. 132 juta.
Rumah 2 :
Harga beli : 500 juta appraisal dari Bank 950 juta dan trn dana di 750 juta biaya pajak,provisi,notaris,dan asuransi sekitar 30 juta cash back rumah 2 : Rp.170 juta
Dengan cash back ini saya sisihkan 120 juta untuk bisnis yang bisa subsidi silang kedua rumah ini,dan sisanya saya sedang buat PT dan diputar lagi,untuk expand lebih bnyk property lagi. TARGET 2009 : CASH BACK 1 JUTA DOLLAR (10 M) dengan ASET 25 M
thx no finish Pak Joe.
Cien Wan (Medan): “ONE GREAT DEAL WILL CHANGE OUR LIFE!”
Angkatan 1 Workshop Properti JREI JProperty Cash Machine, Jakarta
Lebih asyik di sini
SUKSES! Beli Properti tanpa Modal, malah dapat Modal
Home » Headline, Kisah Sukses
12 March 2009 1,737 views 8 Comments

Oky SharingWalaupun baru selesai mengikuti workshop Properti, JREI Property Cash Machine di akhir bulan Maret, action alumni yang satu ini memang spektakuler. Dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, Pak Oky sudah berhasil mengakuisisi 2 properti yang nilainya hampir 3 Milyar dan sekarang sedang dalam proses
mengakuisisi propertinya yang ke 3, sehingga jika berhasil maka keseluruhan aset
properti yang berhasil di akuisisinya setelah mengikuti workshop Properti JREI lebih dari 5 Milyar, hanya dalam waktu yang sangat singkat, 3 bulan saja.
Saya sangat senang, bangga dan bahagia melihat kesuksesan para alumni dari workshop properti JREI, karena memang itulah tujuan saya semula mengadakan pelatihan properti ini, agar semua ilmu yang diajarkan selama 2 hari dapat merubah mindset orang dalam melakukan investasi real estate atau propertisecara cepat, mudah, aman dengan resiko/modal sedikit mungkin atau tanpa modal, bahkan kalau bisa malahan beli real estate atau properti dapat uang. Karena salah satu arti kesuksesan bagi saya adalah ketika saya berhasil membantu orang lain mencapai impian mereka.
Pada waktu sharing rahasia kesuksesannya yang spektakuler di hadapan 37 orang peserta workshop properti JREIdi Jakarta kemarin tgl 14-15 Juni 2008, pak Oky mengatakan bahwa faktor keberhasilannya dikarenakan, yang pertama adalah langsung action, hunting hot deal di lapangan, setelah selesai mengikuti workshop. Yang kedua adalah, 110% menerapkan ilmu yang diajarkan. Lho kok 110%, iya benar….., 100% ilmu properti yang didapat di workshop properti, ditambah 10% kreatifitas di lapangan. Yang ketiga adalah dukungan moril dari seorang coach/mentor (ah jadi Ge…er.. nih), tapi memang begitulah kenyataannya, seperti yang selalu dikatakan oleh Robert T Kiyosaki, “Sukses akan lebih mudah kita raih, jika kita mempunyai seorang mentor”
Memang benar apa yang di katakan pak Oky, pada waktu kita hunting hot deal di lapangan, selain ilmu yang sudah didapat dari JREI, juga diperlukan kreatifitas dan kejelian melihat hal hal yang dapat kita ubah untuk menambah cashflow properti tersebut. Karena terkadang hot deal yang kita temukan cashflownya negatif, sehingga diperlukan trik dan kreatifitas tambahan agar cashflow dari properti yang kita akuisisi menjadi cashflow positif. Dan trik trik itu saya ajarkan pada semua peserta workshop properti JREI.
Dan memang itulah yang pak Oky terapkan, karena properti pertama yang di akuisisinya adalah sebuah ruko dengan bisnis restaurant diatasnya yang sudah berjalan 6 tahun, pak Oky menerapkan trik dan strategi yang diajarkan di workshop properti JREI untuk menaikkan omset restaurantnya berkali lipat.
Pada property kedua pak Oky berhasil mendapatkan cashback yang lumayan besar nilainya sekitar 300 jutaan, beliau juga melakukan beberapa strategi yang membuat cashflow dari properti tersebut naik menjadi 200%.
Nah mari kita nantikan sambil berdoa agar proses akuisisi property pak Oky yang ke tiga berjalan lancar, sehingga pak Oky dapat sharing kembali pada workshop properti JREIyang akan datang dan menjadi inspirator bagi rekan rekan alumni JREI yang lain. Oh ya, sedikit bocoran, property ke tiga yang akan pak Oky akuisisi adalah sebuah gedung dengan bisnis yang sudah berjalan diatasnya, yaitu bisnis pendidikan. Dan ini membuktikan bahwa ilmu yang yang diajarkan workshop properti JREI bisa diterapkan tidak hanya pada properti hunian, tapi juga properti komersial.
Pak Oky adalah salah satu dari beberapa alumni workshop properti JREI yang sudah berhasil. Karena kemarin saya baru saja pulang dari Banjarmasin untuk survey sebuah penawaran hot deal property yang sangat menarik, dan saya sempat bertemu dengan pak Yusuf, salah seorang alumni pelatihan di Jogya bulan lalu 17-18 Mei 2008, yang juga sama spektakulernya dengan pak Oky, karena belum sebulan sudah berhasil membeli sebuah properti seharga 500 juta dan mendapat cash back 400 jutaan, karena kredit yang dikucurkan oleh bank senilai 900 juta. Dan pak Yusuf juga mengatakan kesuksesannya adalah 100% hasil dari menerapkan ilmu yang diajarkan selama 2 hari di workshop properti, JREI Property Cash Machine workshop.
Dan dalam waktu dekat ini, saya yakin akan segera menerima kabar gembira dari beberapa alumni JREI lainnya, karena mereka saat ini sedang pada tahap coaching intensif dengan saya pribadi dalam proses akuisisi properti dan pembiayaan perbankannya.
Selamat pak Oky dan pak Yusuf, anda berdua memang layak dapat Bintang! Two Tumbs Up for both of You
baca di SINI hb
12 March 2009 1,737 views 8 Comments

Oky SharingWalaupun baru selesai mengikuti workshop Properti, JREI Property Cash Machine di akhir bulan Maret, action alumni yang satu ini memang spektakuler. Dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, Pak Oky sudah berhasil mengakuisisi 2 properti yang nilainya hampir 3 Milyar dan sekarang sedang dalam proses
mengakuisisi propertinya yang ke 3, sehingga jika berhasil maka keseluruhan aset
properti yang berhasil di akuisisinya setelah mengikuti workshop Properti JREI lebih dari 5 Milyar, hanya dalam waktu yang sangat singkat, 3 bulan saja.
Saya sangat senang, bangga dan bahagia melihat kesuksesan para alumni dari workshop properti JREI, karena memang itulah tujuan saya semula mengadakan pelatihan properti ini, agar semua ilmu yang diajarkan selama 2 hari dapat merubah mindset orang dalam melakukan investasi real estate atau propertisecara cepat, mudah, aman dengan resiko/modal sedikit mungkin atau tanpa modal, bahkan kalau bisa malahan beli real estate atau properti dapat uang. Karena salah satu arti kesuksesan bagi saya adalah ketika saya berhasil membantu orang lain mencapai impian mereka.
Pada waktu sharing rahasia kesuksesannya yang spektakuler di hadapan 37 orang peserta workshop properti JREIdi Jakarta kemarin tgl 14-15 Juni 2008, pak Oky mengatakan bahwa faktor keberhasilannya dikarenakan, yang pertama adalah langsung action, hunting hot deal di lapangan, setelah selesai mengikuti workshop. Yang kedua adalah, 110% menerapkan ilmu yang diajarkan. Lho kok 110%, iya benar….., 100% ilmu properti yang didapat di workshop properti, ditambah 10% kreatifitas di lapangan. Yang ketiga adalah dukungan moril dari seorang coach/mentor (ah jadi Ge…er.. nih), tapi memang begitulah kenyataannya, seperti yang selalu dikatakan oleh Robert T Kiyosaki, “Sukses akan lebih mudah kita raih, jika kita mempunyai seorang mentor”
Memang benar apa yang di katakan pak Oky, pada waktu kita hunting hot deal di lapangan, selain ilmu yang sudah didapat dari JREI, juga diperlukan kreatifitas dan kejelian melihat hal hal yang dapat kita ubah untuk menambah cashflow properti tersebut. Karena terkadang hot deal yang kita temukan cashflownya negatif, sehingga diperlukan trik dan kreatifitas tambahan agar cashflow dari properti yang kita akuisisi menjadi cashflow positif. Dan trik trik itu saya ajarkan pada semua peserta workshop properti JREI.
Dan memang itulah yang pak Oky terapkan, karena properti pertama yang di akuisisinya adalah sebuah ruko dengan bisnis restaurant diatasnya yang sudah berjalan 6 tahun, pak Oky menerapkan trik dan strategi yang diajarkan di workshop properti JREI untuk menaikkan omset restaurantnya berkali lipat.
Pada property kedua pak Oky berhasil mendapatkan cashback yang lumayan besar nilainya sekitar 300 jutaan, beliau juga melakukan beberapa strategi yang membuat cashflow dari properti tersebut naik menjadi 200%.
Nah mari kita nantikan sambil berdoa agar proses akuisisi property pak Oky yang ke tiga berjalan lancar, sehingga pak Oky dapat sharing kembali pada workshop properti JREIyang akan datang dan menjadi inspirator bagi rekan rekan alumni JREI yang lain. Oh ya, sedikit bocoran, property ke tiga yang akan pak Oky akuisisi adalah sebuah gedung dengan bisnis yang sudah berjalan diatasnya, yaitu bisnis pendidikan. Dan ini membuktikan bahwa ilmu yang yang diajarkan workshop properti JREI bisa diterapkan tidak hanya pada properti hunian, tapi juga properti komersial.
Pak Oky adalah salah satu dari beberapa alumni workshop properti JREI yang sudah berhasil. Karena kemarin saya baru saja pulang dari Banjarmasin untuk survey sebuah penawaran hot deal property yang sangat menarik, dan saya sempat bertemu dengan pak Yusuf, salah seorang alumni pelatihan di Jogya bulan lalu 17-18 Mei 2008, yang juga sama spektakulernya dengan pak Oky, karena belum sebulan sudah berhasil membeli sebuah properti seharga 500 juta dan mendapat cash back 400 jutaan, karena kredit yang dikucurkan oleh bank senilai 900 juta. Dan pak Yusuf juga mengatakan kesuksesannya adalah 100% hasil dari menerapkan ilmu yang diajarkan selama 2 hari di workshop properti, JREI Property Cash Machine workshop.
Dan dalam waktu dekat ini, saya yakin akan segera menerima kabar gembira dari beberapa alumni JREI lainnya, karena mereka saat ini sedang pada tahap coaching intensif dengan saya pribadi dalam proses akuisisi properti dan pembiayaan perbankannya.
Selamat pak Oky dan pak Yusuf, anda berdua memang layak dapat Bintang! Two Tumbs Up for both of You
baca di SINI hb
Success is about mindset!!
Tuesday
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat international call, dari salah seorang teman di US, teman senasib dan seperjuangan sewaktu saya bekerja di 7 Eleven. Sewaktu saya kembali ke Indonesia, teman saya tersebut, Bob (nama samaran), kehidupan, status dan bahkan pekerjaannya sudah jauh lebih baik dari saya. Bob, sudah memiliki ijin kerja, memiliki pekerjaan yang nyaman dan baik (bekerja di Federal Reserve Bank, BI-nya Amerika), dan sudah memiliki mobil keluaran terbaru dengan merk terkenal saat itu.
Dalam pembicaraan kami, Bob berkata “Joe, menurutmu, bagaimana kalau saya mengikuti jejakmu, kembali ke Indonesia dan mulai berbisnis sendiri, apakah saya bisa sukses? Saat ini saya strees, pekerjaan rasanya tidak ada kemajuan, saya jenuh dengan situasi di Amerika. Apakah saya bisa seperti kamu? Berapa banyak modal yang saya perlukan? Apakah kalau saya membawa $50,000 cukup untuk memulai suatu usaha? “
Bahkan dalam pembicaraan lebih lanjut, Bob meminta saya untuk bersedia menjadi mentornya saat dia kembali nanti, Bob meminta saya untuk membantunya menjadi seorang entrepreneur sekaligus sebagai seorang investor real estate.
Saya katakan pada Bob, bahwa kunci dari semua hal ada di mindset, cara berpikir kita. Jika kita ingin sukses, awalnya ada di pikiran kita, jika kita ingin hidup bahagia, awalnya di pikiran kita, jika kita ingin menjadi seorang entrepreneur dan investor yang berhasil, awalnya bukan di berapa banyak modal yang kita perlukan, tapi awalnya ada di pikiran kita. Apakah kita sudah mempunyai pola pikir dan mentalitas seperti seorang entrepreneur dan investor yang sukses? Jika kita belum memiliki pola pikir dan mentalitasnya, bagaimana kita bisa mengikuti jejak keberhasilan mereka?
Saya mengatakan berapapun besarnya modal yang kita miliki, jika kita memulai suatu usaha atau investasi, masih dengan pola pikir dan mental seorang employee / self employee, maka modal itu pasti akan habis ditelan kerugian, atau ditipu rekan bisnis. Tapi jika kita mulai dengan pola pikir dan mentalitas sebagai seorang entrepreneur dan investor sukses, banyak atau sedikitnya uang yang kita miliki sebagai modal awal, bukanlah suatu masalah.
Jika kita memiliki suatu ide bisnis yang unik dan kreatif, pola pikir dan mental yang tepat, modal bukan masalah lagi, karena sebenarnya, banyak orang diluar sana yang memiliki banyak uang, tapi bingung, mau diputar dimana, akhirnya hanya nganggur di deposito saja, dan kita bisa berpartner dengan mereka.
Saya banyak memiliki teman yang saat ini sukses sebagai entrepreneur dan investor dengan modal awal yang minim bahkan tanpa modal sekalipun. Kenapa mereka bisa sukses??, karena mereka sejak awal mulai sudah memiliki mindset sebagai seorang entrepreneur atau investor.
Bahkan saya juga memiliki banyak contoh, teman yang mempunyai modal buesaaar buaaanget……, karena habis dapat pesangon dari perusahaannya, atau teman yang orangtuanya kaya dan memiliki gudang uang, atau teman yang baru saja mendapat kredit dari bank dan “cashback” dari pembelian properti, tapi apapun usaha yang dilakukannya selalu berakhir dengan kebangkrutan dan kerugian besar. Mengapa terjadi demikian??, karena mereka bermain di dunia entrepreneur atau investor, tapi masih pakai mindset Employee / Self Employee.
Jadi kembali ke pernyataan saya di atas, sukses berawal di pikiran kita, “Success is about mindset”. Belum sukses, ……ingin jadi sukses, …….sudah sukses…….. ingin lebih sukses lagi…..please change your mindset first!!
sumber...SUMBER...sumber
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat international call, dari salah seorang teman di US, teman senasib dan seperjuangan sewaktu saya bekerja di 7 Eleven. Sewaktu saya kembali ke Indonesia, teman saya tersebut, Bob (nama samaran), kehidupan, status dan bahkan pekerjaannya sudah jauh lebih baik dari saya. Bob, sudah memiliki ijin kerja, memiliki pekerjaan yang nyaman dan baik (bekerja di Federal Reserve Bank, BI-nya Amerika), dan sudah memiliki mobil keluaran terbaru dengan merk terkenal saat itu.
Dalam pembicaraan kami, Bob berkata “Joe, menurutmu, bagaimana kalau saya mengikuti jejakmu, kembali ke Indonesia dan mulai berbisnis sendiri, apakah saya bisa sukses? Saat ini saya strees, pekerjaan rasanya tidak ada kemajuan, saya jenuh dengan situasi di Amerika. Apakah saya bisa seperti kamu? Berapa banyak modal yang saya perlukan? Apakah kalau saya membawa $50,000 cukup untuk memulai suatu usaha? “
Bahkan dalam pembicaraan lebih lanjut, Bob meminta saya untuk bersedia menjadi mentornya saat dia kembali nanti, Bob meminta saya untuk membantunya menjadi seorang entrepreneur sekaligus sebagai seorang investor real estate.
Saya katakan pada Bob, bahwa kunci dari semua hal ada di mindset, cara berpikir kita. Jika kita ingin sukses, awalnya ada di pikiran kita, jika kita ingin hidup bahagia, awalnya di pikiran kita, jika kita ingin menjadi seorang entrepreneur dan investor yang berhasil, awalnya bukan di berapa banyak modal yang kita perlukan, tapi awalnya ada di pikiran kita. Apakah kita sudah mempunyai pola pikir dan mentalitas seperti seorang entrepreneur dan investor yang sukses? Jika kita belum memiliki pola pikir dan mentalitasnya, bagaimana kita bisa mengikuti jejak keberhasilan mereka?
Saya mengatakan berapapun besarnya modal yang kita miliki, jika kita memulai suatu usaha atau investasi, masih dengan pola pikir dan mental seorang employee / self employee, maka modal itu pasti akan habis ditelan kerugian, atau ditipu rekan bisnis. Tapi jika kita mulai dengan pola pikir dan mentalitas sebagai seorang entrepreneur dan investor sukses, banyak atau sedikitnya uang yang kita miliki sebagai modal awal, bukanlah suatu masalah.
Jika kita memiliki suatu ide bisnis yang unik dan kreatif, pola pikir dan mental yang tepat, modal bukan masalah lagi, karena sebenarnya, banyak orang diluar sana yang memiliki banyak uang, tapi bingung, mau diputar dimana, akhirnya hanya nganggur di deposito saja, dan kita bisa berpartner dengan mereka.
Saya banyak memiliki teman yang saat ini sukses sebagai entrepreneur dan investor dengan modal awal yang minim bahkan tanpa modal sekalipun. Kenapa mereka bisa sukses??, karena mereka sejak awal mulai sudah memiliki mindset sebagai seorang entrepreneur atau investor.
Bahkan saya juga memiliki banyak contoh, teman yang mempunyai modal buesaaar buaaanget……, karena habis dapat pesangon dari perusahaannya, atau teman yang orangtuanya kaya dan memiliki gudang uang, atau teman yang baru saja mendapat kredit dari bank dan “cashback” dari pembelian properti, tapi apapun usaha yang dilakukannya selalu berakhir dengan kebangkrutan dan kerugian besar. Mengapa terjadi demikian??, karena mereka bermain di dunia entrepreneur atau investor, tapi masih pakai mindset Employee / Self Employee.
Jadi kembali ke pernyataan saya di atas, sukses berawal di pikiran kita, “Success is about mindset”. Belum sukses, ……ingin jadi sukses, …….sudah sukses…….. ingin lebih sukses lagi…..please change your mindset first!!
sumber...SUMBER...sumber
My Another Dream Becomes Reality

Wednesday
Pada waktu saya berada di US dari tahun 2001 - 2003, salah satu tempat saya belajar dan bekerja adalah 7 Eleven Convenience Store. Disinilah saya pertama kali belajar tentang bisnis franchise sekaligus praktek menjalankannya. 7-Eleven adalah jaringan franchise convenience store atau minimarket terbesar di dunia, dengan outletnya yang hampir mencapai 30.000 outlet diseluruh dunia. Jika kita pergi ke Orchard Road di Singapura atau ke Bukit Bintang di Kualalumpur, kita juga akan banyak menemukan otlet outlet 7-Eleven bertebaran di sepanjang jalan tersebut.
Pada waktu saya di 7-Eleven, pemilik outlet tempat saya bekerja adalah seorang anak muda Korean America yang memiliki 3 buah outlet 7-Eleven. Saya melihat betapa enaknya dia memiliki bisnis franchise semacam ini, hidup nyaman, tidak usah bekerja (hanya datang seminggu sekali, pada waktu payrol time), passive income, sementara penghasilannya datang, dia bisa berlibur dan bermain golf dengan teman temannya.
Timbullah impian liar saya untuk mempunyai bisnis franchise seperti 7-Eleven (kenapa saya sebut impian liar, karena pada waktu itu kondisi ekonomi saya sangatlah tidak memungkinkan untuk memiliki sebuah bisnis franchise, saya masih berada di kuadran E, berada jauh berpisah dengan anak istri selama 2 tahun). Saya sering membayangkan dan berdiskusi dengan istri, bagaimana rasanya apabila kita memiliki bisnis franchise seperti 7-Eleven ini? Pada waktu itu kita tidak tahu bagaimana caranya,darimana modalnya dan dari mana mulainya. Yang penting pokoknya berani bermimpi dulu deh....mumpung mimpi itu masih gratis.
Akhirnya setelah kembali ke Indonesia, mulailah perjalanan kami untuk mewujudkan impian impian tersebut, dimulai dengan membangun jaringan distribusi MLM, mendirikan franchise sekolah musik Purwacaraka, Investasi Real Estate, distribusi sparepart AC mobil, sampai mengadakan pelatihan Joseph Real Estate Investor (bagaimana berinvestasi di real estate tanpa modal, malah dapat modal).

Dan akhirnya salah satu impian sewaktu di US, untuk memiliki jaringan franchise minimarket terwujud pada 20 Juni 2008 yang lalu. Di hari yang bersejarah ini saya dan istri menandatangani MOU dengan pak Jemmy, Franchise Manager dari PT. Indomarco Prismatama pemilik merk Indomaret (jaringan minimaket terbesar di Indonesia, dengan hampir 3000 outlet) untuk mengambil alih kepemilikan 2 buah outletnya. Kenapa akhirnya saya berhasil memiliki 2 buah outlet Indomaret. Karena beberapa tahun yang lalu saya sudah pernah membayangkan dalam imajinasi pikiran saya, sewaktu saya bekerja di minimarket 7-Eleven.
Itulah bukti dari kekuatan impian (kekuatan pikiran) apapun yang pernah kita impikan atau pikirkan, walaupun pada waktu kita bermimpi, kita masih belum tahu bagaimana cara mewujudkannya. Tetapi pikiran kita akan bekerja, mencari jalan untuk mewujudkan impian tersebut.
Maka beranilah bermimpi, dan percayalah impian kita bakal terwujud.
Lebih pas diSINI
Langganan:
Postingan (Atom)