kampung usaha adalah kampus,,,he,he,sengaja saya menjiplak/ mengcopy-paste tulisan yang saya sukai,,karena saya menyukai keasliannya...daripada saya tambahi,kurangi,,atau saya ubah menurut pemahaman saya,,bisa jadi fitnah..dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,jika karena keterbatasan ilmu saya ,,membuat sebagian dari anda tersinggung,teraniaya....harap maklum
Senin, 26 Juli 2010
Kristiane Backer, Menemukan Islam dan Quran yang Rasional
Rabu, 07 Juli 2010, 14:02 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berawal dari ketertarikan mengkaji Islam melalui diskusi bersama sang suami, mantan presenter MTV, Kristiane Backer, menemukan Islam sebagai agama yang logis dan rasional. Menurut dia, Islam berpihak kepada perempuan dan laki-laki.
Dia menambahkan, dalam Islam, perempuan telah memiliki hak untuk memilih pada tahun 600 Masehi. Perempuan dan laki-laki di dalam Islam pun berpakaian dengan cara yang sopan.
Kristiane Backer lahir dan tumbuh dewasa di tengah keluarga Protestan di Hamburg, Jerman. Kariernya sebagai presenter dimulai pada usia 21 tahun. Kala itu ia bergabung dengan radio Hamburg sebagai wartawati. Dua tahun kemudian, ia terpilih sebagai presenter MTV Eropa di antara ribuan pelamar. Dunia yang dipilihnya itu, mengantarkan Kristiane bertemu dengan banyak pesohor dari berbagai negara. Ia pun merasakan sebuah kehidupan yang glamor. Di tengah kehidupan glamornya, ia mengalami keguncangan spiritual.
Kemudian di tahun 1992, Kristiane bertemu dengan Imran Khan, yang akhirnya menjadi suaminya. Imran Khan adalah anggota tim kriket Pakistan. Pertemuan itu adalah yang pertama kali antara Kristiane dengan seorang bintang yang beragama Islam. Kristiane dan Khan senantiasa berdiskusi tentang Islam.
Saat mengkaji agama samawi itu bersama suami, Kristiane menemukan Islam dan Quran yang begitu rasional. Ia mengaku apa yang dikatakan lingkungan dan orang-orang terdekatnya cenderung salah tentang Islam. Ia menilai Islam begitu menjunjung tinggi hak-hak wanita, yang sekarang tengah diperjuangkan di seluruh dunia. Jauh sebelumnya, Islam telah menjunjung tinggi hak-hak wanita sejak ratusan tahun yang lalu.
Semenjak itu, Kristine secara perlahan mulai menyesuaikan kehidupannya dengan nilai-nilai Islam. Akhirnya, ia menerima Islam setelah mengucap syahadat. Ia pun mempelajari shalat lima waktu dan berpuasa Ramadhan, sebagaimana kewajiban Muslim pada umumnya.
Meski begitu, keputusannya masuk Islam menuai berbagai macam cobaan. Saat itu, Kristiane tidak lagi dipercaya menjadi presenter. Tak hanya itu, kawan-kawan dan kerabatnya pun mengucilkannya. Beruntung, kedua orang tua Backer tak mempermasalahkan jalan hidup yang dipilih anaknya itu. Bahkan, suasana keluarganya kian hangat oleh diskusi-diskusi seputar keislaman.
Red: Mohamad Afif
Rep: Agung Sasongko
Laptop 10 Dolar AS, Cara India Memacu Lompatan Digital
Senin, 26 Juli 2010, 21:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,Demi memajukan dunia pendidikannya, India mengenalkan prototipe laptop berharga 35 dolar sebagai bagian dari program menyediakan konektivitas siswa sekolah dengan gurunya di negara itu.
Kapil Sibal, Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia India, menunjukkan apa yang disebutnya sebagai komputasi dan perangkat akses berbiaya murah itu di New Delhi, Kamis (22/7) lalu.
Kementerian itu, menurut laporan Technology Review, menyatakan bahwa harga perangkat itu akan turun bertahap menjadi hanya 10 dolar per unit.
India mengatakan konektivitas ke seluruh mahasiswa dan universitas merupakan kunci untuk mencapai tujuan pendidikan negara itu. Rumah bagi satu miliar lebih populasi, tingkat melek huruf (lawan dari buta huruf) negara itu 65 persen berdasarkan hasil sensus penduduk 2001.
Bangsa Asia selatan itu telah melakukan langkah-langkah raksasa dalam berbagai bidang sejak mencapai kemajuan ekonomi awal 1990-an.
Negara itu digiring dalam sebuah revolusi telekomunikasi yang mengantarkan hampir 600 juta penduduknya menggunakan ponsel dalam hanya satu dekade dengan kompetisi tinggi dalam tarif.Sekarang, India tengah bersiap untuk lompatan lain menuju dunia digital.
Baru-baru ini, pemerintah negara itu melelang gelombang udara untuk layanan generasi ketiga yang memungkinkan streaming multimedia nirkabel super-cepat.
Langkah itu bertujuan untuk membawa pasar online di India pada pijakan yang sama dengan bisnis telepon seluler yang meledak, melalui penetrasi teknologi Internet yang memungkinkan akses cepat, transfer data, dan hiburan di perangkat mobile.
Negara ini telah mengumumkan rencana untuk menghubungkan semua dewan desa yang jumlahnya 250.000 pada 2012 sebagai upaya untuk membagi broadband besar antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Pihak berwenang mengatakan, instansi teknis yang terlibat dalam merancang perangkat baru sekarang menyiapkan penelitian untuk mengatasi masalah harga dan kualitas untuk mengembangkan gadget untuk anggaran siswa.
"Tujuannya adalah agar perangkat tersebut menjangkau mahasiswa perguruan tinggi dan universitas, dan untuk menyediakan lembaga akses ke perangkat biaya rendah kisaran sekitar Rs1.500 [$35] atau kurang dalam waktu dekat," kata kementerian sumber daya manusia di peluncuran komputer.
Juru bicara kementerian Mamata Varma mengatakan, pemerintah bertujuan untuk memperkenalkan perangkat baru komputer layar sentuh di lembaga pendidikan tinggi di 2011.
Kementerian, katanya, mengharapkan ada tender kontrak dengan perusahaan swasta untuk produksi massal prototipe itu. "Komputer berbasis Linux dilengkapi dengan browser Internet, PDF reader dan sejumlah fasilitas lain," katanya.
Red: taufik rachman
Sumber: antara
Kamis, 08 Juli 2010
Belajar Dari Temen Tionghoa
“Walah-walah...Coro de’e emang wong Cino dikiro uteke canggih banget po iso ngetung detail ngono kuwi .? (Walah..menurut kamu dikira orang cina canggih banget bisa menghitung detail seperti itu.?)” katanya sambil tersenyum.
Saya penasaran sekali dengan hasil temuan yang saya dapatkan. Harga-harga barang di tempat Cina-cina di kampungku yang jualan grosir kok kadang harganya mepet sekali dengan harga termurah yang saya survei grosir-grosir di Jakarta.
Untuk menjawab pertanyaan itulah saya akhir-akhir ini saya sering merapat banyak mengumpulkan informasi dan sharing dari temen-temen Cina, dan juga dari temen-temen yang pernah atau masih bekerja di toko-toko Sahabat-sahabat Cina di kampungku.
“Ngene (gini) tak ajari ilmu rahasia Engkoh-engkoh itu ya, hanya wong apikan koyo kowe wae sing tak ajari loh..hehehe...” Katanya
“Napas bisnis itu adalah cashflow, pokoke nek duit itu bisa muter terus pasti awake dewe (kita) bisa numpang urip (hidup). Namanya uang berputar itu tidak harus selalu diatas terus, kadang dibawah juga. Kadang ada kenaikan harga di hulu sana kita ketinggalan harga dan jual rugi itu juga biasa, enggak apa-apa teruslah memutarkan uang kita” katanya..
“Meskipun enggak ada saingannya, kita hanya ambil margin sedikit saja, 10% itu sudah gede banget, beberapa malah 1-2 % saja, tapi perputarannya yang diutamakan dan nanti secara periodik kita ambil sedikit demi sedikit secara berkala. Misalnya di test kita ambil modal kita 500ribu disimpan apakah masih bisa jalan..? kalau bisa maka yang kita sebut KEUNTUNGAN BISNIS ya yang 500ribu itu. Bulan depan modal kita tarik lagi...kalau memungkinkan nariknya lebih banyak..lebih banyak..gitu terus..dan kalau nanti cashfow terganggu ya kita kurangin penarikanya, gampang kan..?” Katanya..
“Uang-uang tarikan modal itu nanti buat beli tempat lagi, atau disimpan dalam bentuk emas, dan gitu terus, dan yang paling penting GAYA HIDUP kami meski bisnis lagi bagus tetap tidak berubah, makanya nabungnya makin lama makin gede. Kamu bisa lihat toko Cina yang hanya jualan teh di depan itu yang kelihatannya kusam dan enggak laku, jangan salah Enkoh tua yang sering kemana-mana gandengan sama istrinya emas batangannya banyak sekali..hehehe..” Mmmmm..begitu ya...kataku dalam hati.
“Oo..sakjane hanya sederhana saja ya.?” Kataku pada Wawa
“Ya iya Cuma gitu, gila apa, emang cerdas banget, orangtuan atau embah-embah kita harus menghitung detail banget one by one seperak dua perak keuntungan kita seperti itung2an di alfamaret atau indomaret itu.?” Saya tersenyum dengan gaya bicara sahabat Cina saya ini.
Oya, orang-orang Cina di kampungku itu sebagaian besar hubungannya dengan orang-orang jawa baik-baik sekali. Bahkan kadang ada yang bahasa jawanya lebih medok dari kita.
Dialog sederhana Saya dan Wawa ini saya tuliskan disini agar para kita yang bukan Etnis Cina juga bisa belajar dan mengaplikasikan hal ini pada bisnis kita. Tahun ketiga saya berbisnis banyak sekali saya menemukan banyak temen-temen yang memulai bisnis dan berhenti tidak lama sebelum seumuran jagung hanya karena tidak memiliki wawasan seperti ini barangkali.
Untung yang segede-gedenya, adalah jurus yang umumnya dipakai oleh kawan-kawan pebisnis pemula. Ketika ada kawan lainnya yang ternyata jual lebih murah mereka kelabakan dan menganggap bisnis yang ada depannya itu tidak lagi bisnis yang nyaman, dan dia akan ganti lagi...nanti ganti lagi..begitu terus...hehe..dan suatu saat berhenti kecapekan..
AMBIL MARGIN SEDIKIT SAJA...inilah yang saya akan ingat-ingat...putar Terus uang kita, karena CASHFLOW ADALAH NAPAS bisnis dan TARIK MODAL SECARA PERIODIK dengan catatan bisnis tetap jalan..
Cerita-cerita langsung dari lapangan mengenai strategi bisnis temen2 Tionghoa yang lainnya nanti akan saya ceritakan lagi..banyak sekali kok yang bisa kita pelajari dari mereka...
Semoga Anda Terinspirasi..
Selamat Berpetualang..dalam Bisnis Dunia Anda..!
Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com
http://www.hadikuntoro.blogspot.com
Tetap Berarti di Usia Senja
FOTO: indonesianphotographe
Tua bukan berarti tak berguna dan tak bahagia. Bagaimana cara mewujudkannya?
Menjadi tua, tak mampu berbuat apa-apa, dan menjadi tak berguna tentu merupakan momok bagi sebagian besar orang. Menjadi tua bisa begitu menakutkan, walau tak ada seorang pun yang dapat menghindar dari usia yang terus bertambah dan mundurnya kemampuan fisik ini.
Hantu Menopause
Menopause merupakan gerbang yang akan mengantarkan seorang perempuan memasuki usia senjanya. Ketika perempuan mengalami masa menopause yang umumnya terjadi mulai usia 45 hingga 50 tahun ke atas, terjadilah serangkaian perubahan biologis pada tubuh perempuan. Hal ini secara alami disebabkan oleh terhentinya produksi hormon esterogen dan hormon-hormon lain yang dihasilkan oleh ovarium.
Tanpa adanya hormon esterogen maka bermunculanlah berbagai persoalan kesehatan. Mengingat, hormon estrogen sangat menunjang seluruh sistem selular tubuh perempuan. Tanda yang paling dikenali dari menopause adalah terhentinya siklus haid. Diiringi dengan masalah di bagian-bagian tubuh lain seperti munculnya semburan rasa panas di sekujur tubuh (hot flushes). Rasa nyeri pun terjadi di mana-mana, antara lain di punggung, lutut, dan panggul. Jika bangun tidur tubuh akan terasa tidak nyaman dan sakit.
Namun, persoalan psikislah yang biasanya paling berat dirasakan kaum perempuan. Gangguan psikosomatik, menjadi cepat marah, khawatir yang tak berdasar, merasa tidak percaya diri, depresi hingga terus-menerus menangis bahkan ada yang tidak ingin bertemu dengan orang lain. Meski ia pergi ke psikiater sekalipun, karena beban psikis yang menekan ini, gejala-gejala yang timbul akibat menopause ini tidak akan hilang. Sebab, yang terjadi bukanlah masalah kejiwaan, melainkan hormon yang sedang tidak stabil.
Shahabiyah di Usia Senja
Menopause boleh terjadi tetapi bukan menjadi “gong” ambruknya prestasi diri. Menjadi tua tak berarti menjadi orang yang tak bahagia, karena tak lagi bisa berguna untuk orang lain. Menjadi tua pun tak berarti kehilangan kecantikan dan pesona pribadi.
Sejenak, mari kita simak sepucuk surat yang pernah dituliskan oleh Ummu Salamah saat usianya melebihi 60 tahun. Surat yang berisi bait-bait indah ini, ia persembahkan pada Aisyah manakala Aisyah bersiap untuk keluar dari rumahnya untuk memobilisasi massa melawan Ali bin Abi Thalib RA.
“Dari Ummu Salamah, Istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam (SAW), untuk Aisyah Ummul-Mukminin…
“Amma ba’du. Engkau sungguh telah merobek pembatas antara Rasulullah SAW dan umatnya yang merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya. Sungguh al-Qur’an telah memberimu kemuliaan, maka jangan engkau lepaskan. Dan Allah telah menahan suaramu, maka janganlah engkau mengeluarkannya. Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya Rasulullah SAW mengetahui bahwa kaum wanita memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu untuk menjaganya. Tidakkah engkau tahu bahwasanya beliau melarangmu melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya tiang agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu telah miring, dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah hancur. Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan, mengasuh anak, dan mencurahkan kasih sayangnya.”
Demikianlah pemikirannya yang tajam. Ia berusaha menjaga kehormatan kaum Mukminin ketika itu dengan melarang Aisyah keluar dari rumahnya guna menentang seorang khalifah yang telah sah dipilih oleh rakyatnya.
Apa jadinya bila Aisyah yang merupakan kesayangan Rasulullah SAW pergi ke tengah-tengah khalayak luas, menyerukan perang, lalu terjun ke dalamnya. Sementara yang diperanginya adalah umat Rasulullah SAW sendiri, orang-orang yang selama ini begitu dikasihi oleh utusan Allah SWT, suaminya yang begitu dicintainya. Maka, di usia senjanya, Ummu Salamah masih dapat memberikan pertimbangan yang sangat tepat untuk melindungi kehormatan Aisyah dan umat Islam.
Di usia senja pula, Khadijah memberikan bukti cinta yang luar biasa pada Muhammad SAW. Bukti cinta yang ditunjukkannya dengan menemani Rasulullah SAW, menjalani masa pemboikotan yang berat. Padahal siapa pun tahu, Khadijah telah berpuluh tahun terbiasa hidup dalam gelimang kemewahan dan pelayanan dari pembantu-pembantunya.
Di usia 62 tahun, Khadijah menemani Rasulullah SAW melewati hari-hari pemboikotan di Syi’ib (pemukiman) Bani Muththalib. Khadijah pula yang mengusahakan bantuan dari berbagai pihak agar menyuplai bahan makanan ke Syi’ib Bani Muththalib.
Ummu Salamah dan Khadijah adalah dua di antara begitu banyak wanita yang berhasil melewati masa menopause mereka dengan baik dan menjadikan masa tuanya tetap memberi kebahagiaan bagi orang lain.
Kunci Bahagia
Tak dapat dipungkiri, menopause memang bukan masa yang menyenangkan. Namun, sejatinya masa ini sama dengan masa ketika seorang perempuan hendak memasuki masa aktifnya siklus haid. Perubahan hormon yang terjadi juga sama dengan masa tersebut. Karena itu, yang terpenting adalah mempersiapkan mental untuk meyakinkan diri kita bahwa setelah menopause, tak akan ada yang berubah dalam diri kita.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa postdoctoral Universitas California, San Fransisco, AS, Alexandra Fiocco, menyimpulkan bahwa tidak semua orang mengalami penurunan fungsi kognitif (berpikir dan bertindak) saat mereka lansia. Alexandra bersama timnya menguji 2.500 pria dan wanita berusia 70 dan 79 tahun yang tinggal di Memphis AS. Kemampuan kognitif responden dites dalam empat sesi, yakni pada awal studi, tahun ketiga, lima dan delapan tahun kemudian.
Seiring berjalannya waktu, kemampuan kognitif para responden memang berkurang. Sebanyak 53 persen mengalami penurunan kognitif minor dan 16 persen penurunan kognitif mayor. Uniknya, 30 persen peserta studi tidak mengalami penurunan, bahkan skor mereka naik alias kemampuan kognitif mereka bertambah baik.
Ternyata ke-30 persen responden tersebut adalah mereka yang tetap beraktivitas dan sebagian besar bekerja sebagai relawan dan bergabung dalam organisasi kemanusiaan. Mereka ditemukan lebih bugar dan memiliki daya ingat yang baik. Kunci lainnya, mereka juga aktif berolahraga dan tetap memperbaharui wawasan mereka.
Selain itu, profesor bidang saraf dan otak dari Universitas Texas, Dr. John Hart, berpesan, “Carilah aktivitas yang berbeda, jadi relawan atau aktif di organisasi. Pokoknya lakukan hal-hal untuk terus mengasah otak.” Selain menjalani pola hidup sehat, untuk menghindari kejenuhan dan rasa kesepian di usia senja, Hart juga menyarankan agar para lansia tidak hidup sendirian.
Menjalani hari tua dengan berusaha menebar kebaikan terhadap orang lain melalui berbagai aktivitas kemanusiaan akan menjadikan seseorang merasa berarti dalam hidupnya. Menghadapi menopause dengan menyendiri dan berlarut-larut dalam kegundahan yang sulit diterjemahkan hanya akan menjadikan masa tua begitu berat dijalani.
Sejatinya, masa tua yang luang dari hiruk-pikuk rutinitas yang melelahkan adalah masa emas meraih maghfirah-Nya. Karena itu, mari mempersiapkan diri agar masa tua kita tetap berarti dan bahagia.
SUARA HIHDAYATULLAH NOPEMBER 2009 *Kartika Trimarti, penulis lepas tinggal di Jakarta
Rambu-rambu Penting dalam Perselisihan dan Perbedaan Pendapat
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيْلاً
“Dan jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa`: 59)
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “(Kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya), maksudnya: kembalikanlah keputusan permasalahan tersebut kepada Kitabullah (Al-Qur`an) dan kepada Rasul-Nya dengan bertanya kepada beliau semasa hidupnya atau dengan merujuk kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sepeninggal beliau. Demikianlah keterangan dari Mujahid, Al-A’masy, dan Qatadah rahimahumullah, dan memang benar apa yang mereka katakan itu. Barangsiapa tidak sepakat dengan (apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbingkan, pen.) ini, maka telah cacat keimanannya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah nyatakan dalam ayat tersebut; (jika kalian beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir).” (Tafsir Al-Qurthubi juz 5, hal. 261)
Kembali (merujuk) kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya dalam setiap permasalahan yang diperselisihkan amat besar hikmahnya. Sebagaimana yang dikatakan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah ketika menafsirkan surat Ali ‘Imran ayat 103: “Allah mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan Kitab-Nya (Al-Qur`an) dan Sunnah Nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya di saat terjadi perselisihan. Ia (juga) memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah secara keyakinan dan amalan. Itulah sebab keselarasan kata dan bersatunya apa yang tercerai-berai, yang dengannya akan teraih maslahat dunia dan agama serta selamat dari perselisihan…” (Tafsir Al-Qurthubi juz 4, hal. 105)
Lain halnya dengan akal (semata) yang di-Tuhan-kan oleh sebagian orang serta lebih diutamakan daripada Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (syariat)8. Padahal fenomena akal ini amat memilukan. Tak sedikit dari para pemujanya yang menyesal dan bingung akibat jalan yang ditempuhnya itu.
Abu Abdillah Ar-Razi, tokoh Mu’tazilah yang telah menyelami lautan akal tersebut pernah mengatakan:
“Kesudahan mengedepankan akal adalah belenggu.9
Dan kebanyakan upaya (hasil pemikiran) para intelektual itu adalah kesesatan
Ruh-ruh kami terasa amat liar di dalam tubuh-tubuh kami
Dan hasil dari kehidupan dunia kami adalah gangguan dan siksaan (batin)
Tidaklah didapat dari penelitian yang kami lakukan sepanjang masa
melainkan kumpulan pernyataan-pernyataan (yang tak menentu)
Aku (Ar-Razi) telah memerhatikan dengan saksama berbagai seluk-beluk ilmu kalam dan metodologi filsafat. Maka kulihat semua itu tidaklah dapat menyembuhkan orang yang sakit serta tidak pula memuaskan orang yang dahaga. Dan (ternyata) metode yang paling tepat adalah metode Al-Qur`an.” (Lihat Dar`u Ta’arudhil ‘Aqli wan Naqli, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, juz 1, hal. 160)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Engkau akan mendapati kebanyakan para pakar di bidang ilmu kalam, filsafat, dan bahkan tasawuf yang tidak mengindahkan apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah orang-orang yang bingung. Sebagaimana yang dikatakan Asy-Syahrastani rahimahullah:
‘Sungguh aku telah keliling ke ma’had- ma’had (filsafat) tersebut
dan seluruh pandanganku tertuju kepada mercusuar-mercusuarnya
Namun, tak kulihat padanya kecuali orang yang bingung sambil bertopang dagu
dan orang yang menyesal sambil menggemertakkan giginya’.” (Dar`u Ta’arudhil Aqli Wan Naqli, juz 1, hal. 159)
[renungan jumat] Boleh Sayang Istri... Tapi jangan Lupakan Ibumu
for everyone |
Menjelang ibadah jumat [tentunya bagi kaum muslimin] ada sedikit cerita tentang hubungan antara anak dan orangtua khususnya anak laki-laki orangtuanya. Dalam kisah dibawah ini diceritakan bagaiamana seharusnya sikap seorang anak “laki-laki” terhadap orangtuanya. Karena hak dan kewajiban anak laki-laki dan perempuan terhadap orangtuanya memang ada perbedaan. Dalam cerita dibawah ini sekedar gambaran, bahwa walau seorang anak laki-laki sudah berkeluarga [berumah tangga] wajib hukumnya berbakti pada orangtua. Beda dengan anak perempuan, ketika dia telah menikah, maka tidak ada kewajiban untuk mentaati orangtua, kecuali atas izin suami, dalam artian kewajiban utamanya adalah taat pada suaminya. Karena orang tua pun sudah tidak bertanggungjawab lagi pada anak perempuan saat dia sudah menikah [menikahkan adalah kewajiban terakhir orangtua [bapak] pada anak perempuan]. Sementara tanggungjawab orangtua [bapak] masih terus berlangsung pada anak laki-lakinya walau pun dia sudah menikah, begitu seterusnya hingga hari kiamat kelak. Cerita dibawah ini sekedar mengingatkan diri ini sebagai sosok “laki-laki” suami yang juga masih memiliki dua orangtua agar selalu memperhatikan dan berkewajiban menjaga kedua orangtua.
Di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ada seorang pemuda yang bernama Alqomah, ia sangat rajin beribadat. Suatu hari ia tiba-tiba jatuh sakit yang sangat keras, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengatakan suaminya sakit keras dan dalam sakaratul maut. Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh Bilal Radhiallahu Anhu, Ali Radhiallahu Anhu, Salamam Radhiallahu Anhu dan Ammar Radhiallahu Anhu supaya pergi melihat keadaan Alqomah. Ketika mereka sampai ke rumah Alqomah, mereka terus mendapatkan Alqomah sambil membantunya membacakan kalimat tauhid, La-ilaa-ha-illallah, tetapi lidah Alqomah tidak dapat menyebutnya.
Ketika para sahabat mendapati bahwa Alqomah pasti akan mati, maka mereka menyuruh Bilal Radhiallahu Anhu supaya memberitahu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang keadaan Alqomah. Ketika Bilal Radhiallahu Anhu sampai dirumah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka bilal menceritakan segala hal yang berlaku kepada Alqomah. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada Bilal Radhiallahu Anhu; "Wahai Bilal, apakah ayah Alqomah masih hidup?" jawab Bilal Radhiallahu Anhu, “Tidak, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya". Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada Bilal Radhiallahu Anhu; "Pergilah kamu kepada ibunya dan sampaikan salamku, dan katakan kepadanya kalau dia dapat berjalan, suruh dia datang berjumpaku, kalau dia tidak dapat berjalan katakan aku akan kerumahnya".
Maka ketika Bilal Radhiallahu Anhu sampai kerumah ibu Alqomah, lalu ia berkata seperti yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kata kepadanya, maka berkata ibu Alqomah; "Aku lebih patut pergi berjumpa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam." Lalu ibu Alqomah mengangkat tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Maka bertanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada ibu Alqomah; "Terangkan kepada ku perkara yang sebenarnya tentang Alqomah, jika kamu berdusta niscaya akan turun wahyu kepadaku". Berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; "Bagaimana keadaan Alqomah?", jawab ibunya; "Ia sangat rajin beribadat, ia sembahyang, berpuasa dan sangat suka bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui banyaknya". Bertanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; "Bagaimana hubungan kamu dengan dia?", jawab ibunya; "Aku murka kepadanya", lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya; "Mengapa?" jawab ibunya; "Karena ia mengutamakan istrinya dari aku, dan menurut kata-kata isterinya sehingga ia menentangku".
Maka berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; "Murka kamu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap La iilaa ha illallah", kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh Bilal mencari kayu api untuk membakar Alqomah. Ketika ibu Alqomah mendengar perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu ia bertanya; "Wahai Rasulullah, kamu hendak membakar putera ku didepan mataku?, bagaimana hatiku dapat menerimanya". Kemudian berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; "Wahai ibu Alqomah, siksa Allah Subhanahu Wata’ala itu lebih berat dan kekal, oleh itu jika kamu mau Allah Subhanahu Wata’ala mengampunkan dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya", demi Allah yang jiwaku ditangannya, tidak akan guna sembahyangnya, sedekahnya, selagi kamu murka kepadanya". Maka berkata ibu Alqomah sambil mengangkat kedua tangannya; "Ya Rasulullah, aku persaksikan kepada Allah dilangit dan kau Ya Rasulullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahwa aku ridho pada anakku Alqomah".
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengarahkan Bilal Radhiallahu Anhu pergi melihat Alqomah sambil berkata; "Pergilah kamu wahai Bilal, lihat apakah Alqomah dapat mengucapkan La iilaa ha illallah atau tidak?" Berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lagi kepada Bilal Radhiallahu Anhu; "Aku kuatir kalau kalau ibu Alqomah mengucapkan itu semata-mata karena aku dan bukan dari hatinya". Maka ketika Bilal Radhiallahu Anhu sampai di rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah menyebut; "La iilaa ha illallah". Lalu Bilal Radhiallahu Anhu masuk sambil berkata; "Wahai semua orang yang berada disini, ketahuilah sesungguhnya murka ibunya telah menghalangi Alqomah dari dapat mengucapkan kalimah La iila ha illallah, karena ridho ibunyalah maka Alqomah dapat menyebut kalimah syahadat". Maka matilah Alqomah pada waktu setelah dia mengucap.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun sampai di rumah Alqomah sambil berkata; "Segera mandikan dan kafankan", lalu disembahyangkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sesudah dikuburkan maka berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sambil berdiri dekat kubur; "Hai sahabat Muhajirin dan Anshar, barang siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia adalah orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan tidak diterimanya daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya.
So, dari cerita diatas mudah-mudahan kita lelaki/suami yang masih memiliki kedua orangtua walau tinggal salah satunya. Memang terkadang istri / anak sering muncul bak “berhala” yang sering kita sanjung dan selalu didahulukan dibanding dengan ketaatan kita pada Allah Subahanahu Wata’ala, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan tentunya kedua orangtua kita. Terkadang diri ini yang pernah meresakan bagaimana hal ini menghinggap dalam diri, betapa bodohnya diri ini, kenapa lupa dengan orang tua yang nan jauh di sana?
Untuk istriku dan istri-istri temanku....mengertilah...mudah-mudahan ketaanmu pada suami menjadi bekal yang dapat ditukarkan dengan “tiket” salah satu pintu surga kelak. Aminnn
Wahai Emak-Mama mohon maafkan anakmu ini....
Hayat yang lagi kangen ama Emak dan Mama di kampung
Next: Baru Seminggu... Eh...
Kamis, 22 April 2010
kalo ngga salah tahun 2004, jaman prodigy ada kompetisi utk bikin sw utk prodigy box berdasarkan sdk yg disediakan oleh prodigy team(bphreaks).
Awal mulanya sih iseng ngikut, saya (yg saat itu ngga mudeng programming sama sekali) mulai belajar programming. Soalnya pas lagi bete nyerpis :d
setelah beberapa bulan jalan, bla...bla...bla... Akhirnya diputuskan kalo saya menang :d, mayan dapet 1 paket prodigy box langsung dari yg bikin
dari sinilah, orang2 mulai kenal nama saya(terutama yg aktif di forum prodigy waktu itu).
Sekitar setahun saya bikin update utk prodigy box, dan mulai kenal dengan ufs, jaf(masih mayan aktif nyerpis hp).
Sembari bikin tool2 freeware seperti yg di sebut jongjava di atas.
Project iseng yg jadi komersil waktu itu bikin hwk string calculator yg kemudian di upload gratis juga.
Trus sekitar pertengahan 2005, setelah lumayan akrab dengan ufs ada keinginan utk bikin ufsxcom karena saya yg saat itu bekerja paki laptop merasa kesusahan kalo buka sw yg jalan dengan com, isi ringtone, flashing siemens dst.
Saat bikin project ufsxcom ini saya kenal sama boss djawirlabs :d, dengan bantuan beliau juga project ufsxcom bisa terealisasi
sampe project ufsxcom jadi, masih belum kepikiran utk gantung blower alias alih profesi, setelah jalan beberapa lama( dan kelihatan hasilnya) baru mulai berpikir utk menekuni programming.
Sekitar pertengahan 2006 kalo ngga salah, mobileex mulai di gagas.
Berangkat dari ndak ngerti apa2, project mobileex yg kepanjangannya mobile exchange di garap dengan harapan supaya bisa menjadi sarana utk tukar menukar ilmu antara saya dan teman yg membantu(org phillipines).
Release pertama di protect berdasarkan harware id, jadi jualannya jualan activation string.
Setelah beberapa lama jalan, dengan pertimbangan utk mempermudah penjualan sekaligus menambah keamanan di bikinlah dongle mobileex dengan base dari dongle rockey 6 smart.
Nama mxkey dipilih sebagai nama donglenya = mobileex key alias kuncinya mobileex.
Lalu, dari dongle rockey 6 migrasi ke smartcard(jcop) dengan beberapa pertimbangan di antaranya karena produser rockey 6 beberapa kali merubah tampilan dongle, termasuk juga banyaknya kerusakan hw pada dongle yg ngga bisa di retur, versi dongle yg smartcard si sebut sebagai mxkey lite.
Sebelum di pasarkan secara luas, mxkey sudah di pasarkan secara terbatas ke india, philipines, thailand dan tentu saja indonesia.
Baru tahun 2009 kemaren, mxkey di pasarkan secara luas ke international.
Dan karena beberapa pertimbangan keamanan, firmware mxkey di desain ulang dengan system baru, pada era ini pengertian mobileex di rubah menjadi mobile expert dengan harapan bisa menjadi software yg pantas utk expert sekaligus mempunyai fitur yg expert
kira2 begitu
Br.
Alim